Nikah Muda, Kenali 10 Tantangan dan Kelebihannya

0
20
Nikah Muda, Kenali 10 Tantangan dan Kelebihannya

Apakah Anda termasuk yang sedang mempertimbangkan untuk menikah di usia muda? Muda sebenarnya merupakan istilah yang relatif tapi biasa berlaku bagi yang berada di awal 20 tahunan. Di Indonesia sendiri, nikah muda bukan merupakan suatu hal yang tidak lazim, khususnya di daerah desa atau tempat dengan jenjang pendidikan rendah.

Namun, ada dua pendapat berbeda tentang nikah muda di Indonesia. Ada yang menganggap nikah muda itu lebih baik untuk menghindari perilaku yang tidak diinginkan dengan pasangan yang belum sah. Di sisi lainnya, ada yang menganggap pernikahan sebaiknya dijadikan prioritas kedua setelah pendidikan atau pekerjaan.

Di kalangan masyarakat modern, pemikiran yang kedua merupakan yang paling umum. Terlihat dari lebih banyak orang yang memilih mempersiapkan dulu kehidupan personalnya, terutama dari segi finansial, sebelum akhirnya siap menikah. Namun, apakah ini berlaku bagi semua orang?

Memang tidak ada yang tahu, dan semuanya kembali lagi kepada pasangan yang ingin menikah. Di artikel ini akan kita coba bahas persoalan nikah muda dari berbagai sudut pandang. Terutama segala tantangan dan kelebihan yang dimilikinya.

Daftar Isi

  1. Karakter masih bisa berubah
  2. Support system lebih stabil dan aman
  3. Kehidupan pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia
  4. Bisa menunda punya anak
  5. Punya waktu lebih banyak untuk menyelesaikan masalah berdua
  6. Lebih mudah mengatur waktu memiliki anak
  7. Lebih mungkin mendapatkan pasangan yang sesuai
  8. Menikah karena mau, bukan karena harus
  9. Peran dalam rumah tangga lebih fleksibel
  10. Lebih mungkin untuk sukses

1. Karakter masih bisa berubah

Awal usia 20 tahunan identik dengan masa pencarian jati diri. Tidak jarang beberapa orang di usia ini masih memiliki karakter yang tidak stabil dan dalam prosesnya akan mengalami perubahan. . 

Perubahan karakter seseorang bisa dalam bentuk tindakan, pendapat, atau perasaan. Jika Anda dan pasangan menikah dalam masa ini, jangan kaget jika di tengah jalan karakter kalian berdua akan berubah.

Bagi yang belum menikah, biasanya masa-masa ini akan diisi dengan kegiatan mengeksplorasi passion dan identitas diri

Banyak orang yang mengatakan bahwa ketidakdewasaan ini menyebabkan pernikahan muda lebih mungkin untuk gagal. Namun, kasusnya tidak selalu seperti itu. Mereka yang sudah lama menikah pun bisa mengalami hal serupa walaupun mungkin dengan cara yang sedikit berbeda.

Memang saat menikah muda, tiap pasangan masih memiliki beberapa sisi diri yang belum matang. Walau begitu, masing-masing bisa tumbuh dan jadi dewasa bersama dengan menghadapi bersama berbagai tantangan dalam kehidupan pernikahan.

2. Support system lebih stabil dan aman

Seperti yang sudah disebutkan di atas, masa muda identik dengan pencarian jati diri dalam pertumbuhan yang belum stabil. 

Jika Anda sendirian, melewati itu semua bisa cukup memberatkan, apalagi jika Anda merasa tidak ada orang yang mendukung di sisi Anda.

Jika sudah menikah, Anda dan pasangan bisa saling mendukung untuk melewati berbagai tantangan dan pilihan hidup. Anda jadi punya tempat untuk kembali dan bersandar setiap kali merasa stres

Merasa bahwa akan ada setidaknya satu orang yang selalu mendukung dan membantu Anda berdiri bisa membuat kesulitan hidup terasa lebih mudah untuk dilewati.

Selain itu, masa muda tidak harus dilewati sendirian. Mungkin Anda akan merasa sedikit iri dengan teman seumuran Anda yang bebas traveling sendirian keliling dunia. Meski begitu, Anda juga tetap bisa melakukannya. Bahkan bisa lebih menyenangkan karena ada pasangan Anda yang menemani.

3. Kehidupan pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia

Menikah muda berarti Anda dan pasangan harus siap melewati berbagai tantangan kehidupan yang belum stabil bersama, baik dalam hal karakter, pengetahuan, hingga finansial. Walau sulit, jika bisa dilewati dengan baik, semua kesulitan ini akan membuat kehidupan pernikahan Anda lebih kuat dan bahagia.

Anda dan pasangan akan bisa jadi lebih dekat karena sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing dengan sangat baik. Anda juga jadi lebih bisa mengetahui apa saja yang sekiranya bisa membuat kehidupan pernikahan Anda lebih bahagia.

Bahkan sebuah studi pada 2010 menemukan bahwa pasangan yang menikah di usia 22-25 tahun lebih mungkin untuk mengatakan bahwa pernikahan mereka sangat bahagia, dibandingkan pasangan yang menikah pada rentang usia di luar dari itu. 

Ada beberapa faktor yang memengaruhi, salah satunya adalah karena keadaan psikologis yang sama-sama belum terlalu dewasa.

Rentang usia itu ada di antara usia remaja dan dewasa, di mana kondisi emosional masih belum stabil dan menggebu-gebu. Tapi ini justru bisa membuat Anda dan pasangan merasakan rasa cinta yang lebih dalam dan memiliki hubungan emosional yang lebih kuat.

4. Bisa menunda punya anak

Bagi yang menikah di usia yang lebih matang, sebagian alasannya pasti adalah karena dorongan keluarga. Apalagi norma yang ada di masyarakat Indonesia sekarang menganggap tujuan akhir hidup adalah harus menikah dan punya anak. Alhasil, banyak yang begitu menikah langsung diberikan tekanan untuk langsung punya anak.

Mungkin tidak masalah jika sebelumnya sudah menjalin hubungan cukup lama sehingga bisa mengenal pasangan dengan lebih baik. Tapi jika tidak, Anda jadi tidak punya cukup waktu untuk saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik sebelum punya anak. Ini bisa saja menimbulkan masalah nantinya.

Sedangkan jika Anda menikah muda, Anda punya keuntungan waktu yang lebih leluasa sebelum diharapkan memiliki anak. Waktu luang ini bisa Anda dan pasangan manfaatkan untuk melakukan banyak hal yang dapat meningkatkan kebahagiaan dalam kehidupan pernikahan Anda.

Saat nantinya anak datang pun, Anda dan pasangan bisa jadi lebih siap menjadi satu tim yang solid untuk bekerja sama membesarkan anak.

5. Punya waktu lebih banyak untuk menyelesaikan masalah berdua

Nikah Muda, Kenali 10 Tantangan dan Kelebihannya
Foto oleh Atish Sewmangel dari Unsplash

Satu keuntungan lain dari menunda punya anak adalah bisa memiliki waktu lebih banyak untuk menyelesaikan masalah dengan pasangan. Tidak ada pernikahan yang bisa berjalan mulus tanpa masalah, dan akan lebih baik jika masalah ini diselesaikan tanpa melibatkan anak.

Misalnya, jika Anda dan pasangan memiliki masalah dalam komunikasi. Anda bisa menyelesaikannya tanpa perlu menimbulkan dampak psikologis yang tidak perlu pada anak. Dengan begitu, Anda dan pasangan akan menjadi orang tua yang lebih harmonis untuk anak nantinya.

6. Lebih mudah mengatur waktu memiliki anak

Faktanya, Anda akan lebih mudah punya anak di usia muda dibandingkan dengan di usia yang lebih tua. Selain itu, karena belum ada tuntutan dari lingkungan sekitar, Anda dan pasangan jadi lebih bebas untuk mengatur waktu dan rencana untuk memiliki anak. Menikah muda juga memperbesar kemungkinan Anda untuk memiliki lebih dari satu anak.

Selain itu, Anda dan pasangan jadi bisa lebih lama menghabiskan waktu bersama anak. Saat anak-anak masih kecil, tubuh Anda masih cukup kuat untuk bermain bersama mereka. Anda juga memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk bersama mereka saat mereka sudah punya anak nantinya.

7. Lebih mungkin mendapatkan pasangan yang sesuai

Kesesuaian di sini dapat diartikan memiliki pengalaman dan dasar hidup yang sama. Jika Anda dan pasangan sama-sama berusia muda, besar kemungkinan Anda berdua memiliki pengalaman hidup yang sama sebelumnya. 

Misalnya, kalian sama-sama belum pernah menikah atau saat ini memiliki tingkat pendidikan yang sama. Faktanya, hal ini sulit dicari jika Anda menikah di usia yang lebih tua.

Saat masih muda, Anda dan pasangan mungkin hanya pernah memiliki beberapa hubungan sebelumnya. Namun semakin bertambahnya umur, pengalaman hidup Anda juga bertambah, dan semua pengalaman tersebut, termasuk segala masalah dan kekecewaannya bisa Anda bawa ke kehidupan pernikahan.

Memang tidak terasa seperti sesuatu yang luar biasa. Tapi, sebenarnya ini berarti Anda dan pasangan bisa melewati berbagai pengalaman baru bersama. Mungkin awalnya agak sulit karena kalian sama-sama tidak tahu. Lama-kelamaan Anda dan pasangan bisa tumbuh menjadi orang yang lebih baik bersama.

8. Menikah karena mau, bukan karena harus

Jika Anda menikah muda, besar kemungkinan Anda dan pasangan menikah karena keinginan sendiri, bukan karena dorongan dari orang luar. 

Setelah mencapai usia 25 tahun ke atas, biasanya akan datang lebih banyak dorongan dari lingkungan sekitar untuk menikah. Apalagi dengan teman-teman seumuran yang sudah menikah dan bahkan punya anak.

Ini bisa mengarah ke pernikahan yang dilakukan dengan alasan yang salah atau pemilihan pasangan yang terburu-buru.

Jika Anda dan pasangan masih di awal 20 tahunan dan sudah berpikiran akan menikah, Anda tidak akan mengalami masalah yang sama. Ini karena kalian berdua memang belum memasuki umur yang diharapkan untuk menikah.

Pernikahan Anda bisa dilakukan dengan lebih tenang dan damai, tanpa ada dorongan atau tekanan dari orang luar. Anda jadi bisa lebih fokus merencanakan kehidupan pernikahan yang bahagia dengan pasangan.

9. Peran dalam rumah tangga lebih fleksibel

Kemungkinan besarnya, pasangan yang menikah di usia muda belum memiliki peran yang pasti. Ini bisa dikarenakan kehidupan Anda dan pasangan yang belum menetap. Anda atau pasangan mungkin saja masih perlu menempuh pendidikan, atau jabatan Anda berdua di pekerjaan masih dapat berubah.

Akhirnya, peran masing-masing dalam rumah tangga bisa lebih fleksibel, dan tidak ada yang salah dengan ini. Suami mungkin mengerjakan pekerjaan rumah beberapa kali dalam seminggu, atau istri mungkin dapat memperoleh penghasilan tambahan juga. Jika disikapi dengan bijak, hal ini akan bisa membuat kehidupan pernikahan Anda lebih terbuka dan berwarna.

10. Lebih mungkin untuk sukses

Nikah Muda, Kenali 10 Tantangan dan Kelebihannya
Foto oleh Mathieu Stern dari Unsplash

Menikah muda bisa membuat Anda bisa lebih sukses dibandingkan teman-teman seumuran Anda yang lain, terutama dalam hal pekerjaan dan keuangan

Karena sudah memiliki tanggung jawab yang baru, Anda jadi lebih bersemangat dan bertekad untuk sukses demi keluarga baru Anda. Akhirnya Anda akan lebih serius dalam bekerja dan bisa menghasilkan lebih banyak uang.

Faktanya, laki-laki yang sudah menikah memiliki pendapatan hingga 40% lebih banyak dibandingkan mereka yang melajang. Begitupun untuk perempuan, pendapatan bisa meningkat hingga 10% lebih banyak dibandingkan perempuan yang belum menikah.

Bukan hanya itu, menikah membuat Anda lebih bijaksana dalam mengelola uang. Seiring berjalannya waktu, Anda dapat memiliki lebih banyak aset dan simpanan yang berguna untuk masa tua Anda nanti. 

Sebuah studi bahkan menemukan bahwa pasangan yang sudah menikah memiliki jumlah aset yang meningkat. Peningkatan itu bahkan dua kali lebih cepat dalam rentang lima tahun dibandingkan mereka yang tidak menikah.

Nikah muda memang menyimpan tantangannya sendiri. Namun, bila hal ini didasari keyakinan dan sama-sama saling menempa diri menjadi lebih baik, kelebihan yang akan dipetik pun begitu manis pada akhirnya. 

Temukan bacaan menarik lainnya untuk mengembangkan pikiran, tubuh, dan hubungan di web Untuk Yang Terbaik. Tingkatkan diri Anda supaya hidup jadi lebih berharga di sini. 

Baca juga artikel menarik lainnya:

Mengenal Prosesi Pernikahan Adat Sunda yang Sakral dan Bermakna

11 Rincian Biaya Pernikahan yang Harus Masuk Perhitungan

10 Aspek Persiapan Sebelum Menikah, Supaya Tak Menyesal

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here